Mempunyai mouse gaming yang tepat pasti menjadi impian bagi para gamers, dengan banyaknya variasi mouse gaming yang dirilis mulai dari yang termurah hingga paling mahal tentu menjadi pilihan yang sulit bagi kita untuk memilih yang cocok bagi kita. Maka kali ini saya ingin menulis review saya terhadap mouse Razer DeathAdder Essential setelah 1 tahun penggunaan dengan kebutuhan gaming dan office.
1. Proses Adaptasi ke Palm Grip
Ini adalah mouse besar yang pertama saya gunakan, sebelumnya saya selalu menggunakan mouse kecil dan grip yang digunakan selalu fingertip dan claw, jadi pas pertama kali saya coba mouse ini terasa benar-benar besar dan karena belum terbiasa menggunakan palm grip. 1-3 hari pertama tangan saya terasa pegal sekali, hal ini wajar sih karena tangan pasti butuh adaptasi lagi.
Saya tidak memiliki ukuran tangan yang besar, lebar tangan saya hanya 9,5 cm dan panjang 18,5 yang menunjukan kalau ukuran tangan saya M (medium) kalau berdasarkan size chart dari website Razer dibawah ini
Jika kalian bertanya apa bisa claw / fingertip digunakan pada mouse ini? jawabanya adalah BISA, dengan syarat ukuran tangan kalian minimal adalah M, dibawah itu pasti akan mengalami kesulitan menggunakan mouse ini. Saya sendiri hingga saat ini menggunakan fingertip apabila membutuhkan akurasi dan palm untuk game casual dan kebutuhan kerja karena jauh lebih nyaman.
Ini beberapa penampakan mousenya bagi kalian yang ingin melihat dan kurang lebih bisa bayangkan bagaimana bentuk & rasanya memegang mouse ini
![]() |
| Jari telunjuk & tengah tetap bisa mencapai ujung mouse dengan nyaman, namun pergelangan tangan tidak bisa menyentuh mousepad dengan nyaman |
![]() |
| Posisi ternyaman saat main game kompetitif seperti CS:GO, bagian telapak tangan tidak menyentuh daerah mouse semua, hanya telapak bagian atas saja |
![]() |
| Bagian punggung mouse tidak rata antar kedua sisi klik kiri dan kanan, dikhususkan untuk tangan kanan. Terlihat aneh secara visual tapi setelah dicoba nyaman kok |
![]() |
| Ukuran dimensi mouse kurang lebihnya seperti ini jika dibandingkan dengan penggaris |
2. Performa Pada Game Kasual vs Kompetitif
Setelah saya coba pada game FPS-Competitive seperti CS:GO, untuk beberapa game casual saya coba seperti di game Battlefield 1, Left 4 Dead 2, The Sims 4 dll. Berikut poin-poin yang dapat saya sampaikan atas pengalaman saya menggunakan mouse ini :
- Kemampuan wrist-flicking menurun, penyebabnya karena kedua sisi kiri dan kanan mouse tidak sama sehingga untuk flick menggunakan pergelangan menjadi sulit bagi saya. Hal ini perlu dipertimbangkan dalam memilih mouse ini apabila anda suka flick shot.
- Lebih cocok bermain dengan Low DPI, sebelum menggunakan mouse ini saya menggunakan mouse kecil dengan eDPI yang cukup tinggi karena saya terbiasa wrist aiming dibandingkan arm. Setelah hijrah ke kombinasi arm & wrist aiming terasa lebih pas di mouse ini. Selain itu untuk membuat micro-adjustment akan lebih sulit kalau DPI nya terlalu tinggi.
- Mouse bungee direkomendasikan, saya sendiri tidak menggunakan ini karena saya bisa menggantung kabel ke atas hehe, efeknya mouse ini terasa jauh lebih ringan dan tidak kaku.
- Kontrol yang sangat baik, spray & holding angles di CS:GO menjadi jauh lebih mudah, maka dari itu role saya terpaksa menjadi rifler saat ini 😆
- Durasi kebutuhan gaming & office bisa lebih lama, tidak heran apabila seri mouse DeathAdder memang cocok untuk marathon.
Untuk IPS pada mouse ini tidak perlu dijelaskan ya, bisa kok main di sens yang sangat rendah tanpa takut aim nya kabur kemana-mana. Selain itu klik kiri dan kanan hingga scroll wheel tidak ada masalah bagi saya sejauh ini tidak ada double-click dan sebagainya.
3. Minim Fitur Yang Tak Menjadi Masalah
Memang tidak ada tombol untuk mengganti DPI dan warna yang dihasilkan pun hanya Hijau saja. Tapi bagi saya di harga 200-an itu tidak menjadi masalah sama sekali karena anda dapat mengatur DPI disetiap aplikasi yang anda buka kok di Razer Synapse.
Berikut tampilan fitur pada Synapse yang anda dapat gunakan (klik untuk perbesar) :
Overall, saya puas dengan fitur yang disediakan Synapse buat mouse harga 200-an 👍 lagipula dengan adanya seri Essential minimal kita dapat ngerasain bagaimana rasanya Razer DeathAdder dengan harga terjangkau, kalau cocok kan baru bisa diupgrade ke Elite atau V2.
Kesimpulan
Dapat disimpulkan mouse ini pasti jauh lebih cocok kalau kalian memiliki tangan yang lebar, untuk tangan medium pun bisa namun perlu diingat pasti ada sisa ruang sehingga ada rasa kalian tidak memegang seluruh area mouse, saya sendiri susah menjelaskanya tapi kalau mouse kecil kan feel untuk ngerasain seluruh titik mousenya itu dapet banget.
Karena saya bukan pemain kompetitif, lebih sering main game casual dan kebutuhan office jadi tidak ada yang disesalkan. Saya lebih menyarankan kalau anda suka game yang membutuhkan Precision & Flick lebih baik menggunakan mouse kecil, contohnya seperti G102 sebagai mouse yang range harganya tidak jauh beda dengan Essential. Sedangkan untuk Control & Comfort saya pasti lebih menyarankan mouse ini.
Terima kasih bagi yang sudah membaca, saya harap pengalaman saya diatas dapat membantu kalian yang tertarik dengan mouse ini, semoga kalian mendapat mouse yang tepat ya! saya pun awalnya tidak pernah mencoba mouse satu ini, hanya modal nonton Youtube saja dan ternyata pas bagi saya meskipun suatu saat pasti pindah dari seri DeathAdder satu ini 😄








0 comments:
Post a Comment
Mari budayakan berkomentar dengan baik dan sopan